Cari Blog Ini

Minggu, 17 Januari 2016

Batu Amethyst

Batu Kecubung (atau Kecubung Ungu) adalah nama lokal Indonesia untuk batu permata jenis Amethyst. Karena warna ungu dianggap sebagai salah satu warna kerajaan, sejarah Kecubung Ungu ini tak pernah lepas dari lambang-lambang kekuasaan. Kecubung juga menempati tempat yang tinggi di jajaran gereja Kristen dan disebut sebagai “Batu Uskup”. Nama Amethyst sendiri berasal dari kata Yunani “Amethystos” yang artinya “Tidak Mabuk”, karena sering digunakan sebagai jimat untuk melindungi diri dari keracunan. Sejak Kecubung dijadikan penangkal terhadap mabuk, banyak gelas anggur yang kemudian menggunakan ukiran batu Kecubung pada desainnya. Sampai dengan hari ini, batu Kecubung berwarna ungu adalah simbol ketenangan.

Batu Kecubung yang bagus adalah yang memiliki Clarity (tingkat kejelasannya atau kebeningannya) Transparent (tembus cahaya tanpa difusi berlebihan atau mungkin memiliki rutile, yaitu warna hitam atau cokelat kemerah-merahan atau inklusi lainnya), yang artinya cahaya bisa melewati menembus batu tanpa hambatan. Sedangkan batu Kecubung dengan Clarity Translucent (tembus cahaya tapi tidak transparan), cahaya yang menembus melewati batu sedikit melemah. Batu yang bagus juga harus “bersih” dan bebas dari segala bentuk inklusi.

Batu Kecubung biasanya tidak menggunakan treatment jenis apapun. Namun, ada juga yang menggunakan treatment pemanasan (Heated), tetapi memanaskan batu ini hanya akan mengurangi zat pewarnanya, mengubah warnanya dan menghasilkan Citrine(kecubung kuning). Treatment Kecubung Ungu melalui pemanasan pada suhu 878ºF sampai 1382ºF biasanya akan menghasilkan warna kuning muda, coklat-merah, hijau atau tanpa warna atau menjadi bening transparan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar