Batu Peridot adalah batu permata berkualitas dari jenis Olivine. Batu ini termasuk ke dalam kelompok mineral Forsterite-Fayalite. Peridot adalah batu permata Idiochromatic, yang artinya warnanya berasal dari komposisi kimia dari mineral itu sendiri, bukan karena unsur atau zat lain. Oleh karena itu, Peridot hanya memiliki warna hijau saja. Bahkan, Peridot merupakan salah satu batu permata yang hanya memiliki satu warna saja, meskipun warna hijaunya bisa bervariasi mulai dari yang muda kekuningan sampai yang tua hijau kecoklatan.
Nama “Peridot” berasal dari kata Arab untuk permata, “faridat”. Terkadang juga disebut sebagai “The Poor Man’s Emerald”, batu Zamrud-nya orang miskin. Atau “Chrysolite”, sebuah kata yang berasal dari bahasa Yunani. Batu ini adalah salah satu batu permata tertua, yang secara historis tercatat sudah ada sejak 1500 tahun sebelum Masehi. Secara historis, pulau vulkanik Zabargad (St John) di Laut Merah, di sebelah timur Mesir, memiliki deposit yang paling penting yang telah dieksploitasi selama lebih dari 3500 tahun. Saat ini, kualitas batu mulia Peridot yang terbaik adalah yang berasal dari Mogok di Burma, meskipun batu Peridot Pakistan juga bisa bersaing. Ada beberapa deposit penting lainnya yang juga ditemukan di Arizona, China dan Vietnam. Peridot juga telah ditemukan pada batu meteor yang jatuh dan juga telah ditemukan di Mars dan bulan dalam bentuk Olivine.
Cara Mengidentifikasi dan Mengenali Batu Peridot:
Batu akik Peridot asli memiliki rumus kimia (Mg, Fe)2SiO4. Batu Peridot adalah batu permata transparan dari jenis Olivine. Olivine sendiri sebenarnya bukan tergolong mineral, tetapi komposisinya yang terdiri dari dua mineral, Fayalite dan Forsterite. Fayalite merupakan Olivine yang kaya akan besi, sedangkan Forsterite kaya akan magnesium. Meskipun besi adalah zat pewarna Peridot, secara teknis lebih dekat dengan Forsterite daripada Fayalite jika dilihat dari komposisi kimianya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar