Cari Blog Ini

Minggu, 17 Januari 2016

Batu Diamond

Batu Diamond (disebut juga Berlian atau Intan) adalah batu permata transparan yang merupakan bentuk kristal dari karbon dan substansi alami yang paling keras di bumi. Nama “Diamond” diambil dari bahasa Yunani, “Adamas”, yang artinya “Tak Terkalahkan”, karena kekerasannya yang paling tinggi.

Kebanyakan batu Berlian terbentuk pada tekanan dan suhu yang sangat tinggi, biasanya pada kedalaman lebih dari 140 kilometer di dalam mantel bumi. Rata-rata, pembentukan batu Berlian terjadi selama periode 1 sampai 3 milyar tahun, sampai kemudian mereka terangkat keatas bersama dengan erupsi vulkanik dari magma langka yang disebut dengan “Kimberlite”.

Kimberlite adalah batuan beku yang juga mengandung banyak mineral lainnya seperti Olivine, Diopside, Calcite, Serpentine, Garnet, dan sejumlah kecil Apatite, serta berbagai mineral mantel bumi atas lainnya. Magma Kimberlite meletus dari ventilasi vulkanik langka yang dikenal sebagai Pipes atau Diatremes (pipa vertikal panjang yang terbentuk ketika “magma berisi gas” memaksa keluar melalui lapisan atasnya).

Batu Berlian biasanya dikenal tidak memiliki warna atau putih bening, tapi warna yang paling umum sebenarnya adalah kuning dan coklat. Warna keemasan dan kecoklatan berasal dari jejak nitrogen. Yang berwarna kuning dan coklat biasanya disebut sebagai “Champagne Diamond” atau “Cognac Diamond”. Warna Berlian lainnya bisa merah muda, merah, oranye, biru, hijau, abu-abu, dan hitam. Warna biru berasal dari jejak boron, sedangkan warna-warna lainnya adalah hasil dari iradiasi dan dalam beberapa kasus adalah karena cacat pada kisi kristalnya. Sistem penilaian warna yang resmi untuk Berlian putih bening atau tak berwarna sampai yang kuning dan coklat saturasi rendah berkisar mulai dari skala “D” (untuk yang benar-benar putih bening) sampai “Z” (untuk yang kuning muda). Sedangkan warna-warna lainnya menggunakan skala lain yang berbeda.

Batu Berlian menunjukkan kemilau metalik adamantine yang kuat. Meskipun batu Berlian bisa buram atau Opaque (tidak tembus cahaya) sampai transparan, hanya batu yang transparan yang dipotong facet. Kebanyakan Berlian masih dianggap berharga meskipun terlalu banyak “cacatnya”. Pada kenyataannya, hanya sekitar 20% saja dari semua deposit Berlian di Bumi yang bernilai permata. Dan dari 20% tersebut, sebagian besar akan memiliki kecacatan dan inklusi meskipun kecil. Batu Berlian yang tanpa cacat (Flawless) sangat jarang dan langka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar